SMP YPI Darussalam 1 Cerme menggelar kegiatan study tour
bagi seluruh murid kelas VIII bertajuk “Eksplor Jogja”. Kegiatan pembelajaran
luar kelas ini berlangsung selama tiga hari, mulai 9 hingga 11 Januari 2026.
Study tour diikuti murid kelas VIII bersama guru pendamping
dan wali kelas. Sejumlah destinasi edukatif dikunjungi, antara lain Makam KH
Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Jombang, Pantai Parangtritis, Candi Prambanan,
serta kawasan Malioboro, Yogyakarta.
Kepala SMP YPI Darussalam 1 Cerme, Harianto, M.Pd,
mengatakan kegiatan study tour dirancang tidak sekadar rekreasi, tetapi juga
sarana pembelajaran kontekstual yang terintegrasi dengan penguatan karakter dan
literasi digital.
“Kami mengemas study tour secara inovatif. Murid tidak hanya
menikmati perjalanan, tetapi juga diberi tugas proyek berbasis digital berupa
pembuatan vlog perjalanan,” ujar Harianto, Senin (12/1/2026).
Perjalanan dimulai Jumat malam (9/1/2026) dengan ziarah ke
makam para tokoh pendiri Nahdlatul Ulama, di antaranya Hadratus Syaikh KH
Hasyim Asy’ari, KH Wahid Hasyim, serta KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Ziarah
ini dilakukan dalam rangka memperingati Harlah NU ke-100.
Di kompleks makam Gus Dur, murid mengikuti doa bersama dan
mendapatkan penjelasan mengenai keteladanan Presiden RI ke-4 tersebut,
khususnya nilai toleransi, demokrasi, dan kemanusiaan. Kegiatan ini ditujukan
untuk menumbuhkan sikap religius dan nasionalisme.
Guru pendamping Musyarof Azizi, S.Pd, menjelaskan setiap
lokasi kunjungan telah dikaitkan dengan tujuan pembelajaran tertentu.
“Di makam Gus Dur murid belajar sejarah dan keteladanan. Di
pantai belajar tentang alam dan kebersamaan. Di Candi Prambanan, mereka
mengembangkan kemampuan observasi dan komunikasi melalui vlog,” jelasnya.
Di Pantai Parangtritis, murid diajak mengenal ekosistem
pantai dan pentingnya menjaga lingkungan. Kegiatan kelompok di lokasi ini juga
dimanfaatkan untuk mempererat kebersamaan antarmurid.
Puncak kegiatan edukatif berlangsung saat kunjungan ke Candi
Prambanan. Di situs warisan budaya dunia tersebut, murid mendapat tugas membuat
vlog secara mandiri yang berisi dokumentasi kegiatan, penjelasan singkat
sejarah candi, kesan kunjungan, serta pesan edukatif.
Murid tampak antusias membagi peran sebagai narator,
kameramen, dan editor. Guru pendamping memberikan arahan terkait etika
pengambilan gambar, penyusunan narasi, hingga penyampaian informasi yang
santun.
“Melalui tugas vlog ini, kami melatih kepercayaan diri,
kerja sama tim, kemampuan komunikasi, dan literasi digital murid,” kata guru
pendamping Fatkhiyatur Rohmah, S.Pd.
Salah satu murid kelas VIII, Bima, mengaku pembuatan vlog
menjadi pengalaman paling berkesan selama study tour.
“Awalnya grogi bicara di depan kamera, tapi lama-lama jadi
seru. Kami belajar sejarah sekaligus belajar membuat video,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan kunjungan ke kawasan
Malioboro. Di lokasi tersebut, murid belajar mengatur keuangan saat membeli
cendera mata sekaligus dilatih bersikap tertib di ruang publik.
Secara keseluruhan, kegiatan study tour SMP YPI Darussalam 1
Cerme berlangsung aman dan lancar. Melalui tema Eksplor Jogja, sekolah berharap
kegiatan ini menjadi pengalaman bermakna serta membekas dalam penguatan
akademik, karakter, dan keterampilan abad ke-21 bagi para murid.
